Ads (728x90)

Forexmart

PortalJambi.com - Gerhana matahari ialah peristiwa alam ketika putaran bumi pada matahari terhalang oleh bulan, yang sedang mengelilingi bumi. Fenomena itu tidak terjadi setiap saat, karena bidang putar bulan miring sekitar lima derajat dari pengorbitan bumi pada matahari.

"Setiap gerhana pasti istimewa dan setiap gerhana matahari pasti unik. Unik dari mataharinya itu sendiri," kata Ketua Program Studi Magister dan Doktor Astronomi Institut Teknologi Bandung Dhani Herdiwijaya di kantornya, Bandung, dikutip dari PR Online, Senin (29/2/2016).

Dia menjelaskan, keistimewaan gerhana matahari total ialah pada pancaran cahaya yang dikeluarkan oleh bagian terluar dari matahari, yaitu korona. Dari bumi, atmosfer matahari itu tak bisa dilihat jika bukan saat gerhana matahari total, karena sinarnya tak sekuat bagian matahari yang lebih dalam.

"Korona itu mahkotanya matahari. Nah, dia itu sifatnya sangat dinamis. Setiap gerhana matahari total itu pasti berbeda, karena memang matahari itu seolah-olah tidak diam, melainkan punya aktivitas berperiode 11 tahunan," kata mantan kepala Observatorium Bosscha itu.

Baca Juga : Penyebab Gerahana Matahari Total

Pada periode 11 tahun itu, aktivitas matahari sebagai bintang yang mengorbit pada pusat galaksi- memiliki siklus naik-turun. "Sekarang menuju siklus yang minimum, artinya rendah. Jadi, nanti koronanya itu akan berbentuk simetris. Kayak kembang gula yang diputar lalu membesar itu, lho, tapi ini simetris," ucapnya.

Walaupun dalam setahun bisa terjadi dua kali gerhana matahari total, masing-masing memiliki perbedaan pada penampakan koronanya. "Hal itulah yang menjadi keunikan setiap gerhana matahari total. Itu yang jadi motivasi orang luar negeri selalu mengejar ke manapun lokasi gerhana matahari total, karena memang sangat unik," kata Dhani.

Di samping menarik bagi para astronom dan pencinta astronomi, gerhana matahari total juga memiliki daya tarik bagi peneliti dari disiplin ilmu yang lain. Ketika memasuki fase gelap total, meski hanya beberapa menit, satwa tertentu, terutama hewan malam, akan berperilaku lebih waspada.
Baca Juga : Sekilas tentang Sejarah Gerahana Matahari Total di Indonesia

"Tidak hanya satwa, psikologi manusia juga sebetulnya bisa diteliti. Jam tubuh manusia kan biasanya sudah teratur, pagi dan malam. Kalau ada suatu hal yang tidak normal, mungkin ada respons yang berbeda. Jadi bisa diteliti secara psikologis dan saya kira penelitian itu belum pernah ada di Indonesia," katanya. 

Sumber : Okezone.com


Posting Komentar