Ads (728x90)

Forexmart

Portal Jambi 17.41 A+ A- Print Email

KERINCI, TRIBUN - Pegawai Negeri Sipil (PNS) khususnya guru dan kepala sekolah di lingkup Kabupaten Kerinci merasa heran dan terkejut atas permintaan dari Dinas Pendidikan melalui UPTD masing-masing. Setiap sekolah diwajibkan mengambil kaset VCD lagu kerinci sebanyak 15 keping. Sementara di masing-masing sekolah masih banyak yang PNS-nya kurang dari 15 orang.

Selain itu guru PNS yang menerima kaset VCD merasa tidak ada pemberitahuan sebelumnya, secara mendadak gaji mereka dipotong untuk membeli kaset seharga Rp25 ribu per keping. Informasi yang dihinpun Tribun, kaset tersebut diambil langsung oleh kepala sekolah di salah satu toko kaset lagu di Sungai Penuh. Kemudian 'dijual' ke guru PNS yang ada disekolah masing-masing dengan sistem potong gaji.

Seorang guru di Kecamatan Kayu Aro mengatakan disekolah dasar tempatnya mengajar diwajibkan beli 15 kaset DVD lagu Kerinci. Namun jumlah PNS disana hanya 9 orang, sehingga beberapa PNS terpaksa mengambil dua buah kaset. "Ini yang membuat kami keberatan, karena PNS tak sampai 15 orang, jadi harus ada yang mengambil dua buah dengan bayaran Rp50 ribu," katanya

Ia mengatakan uang yang dipakai untuk pembayaran kaset tersebut langsung dipotong gaji guru oleh bendahara sekolah. "Iya saat menerima gaji langsung dipotong, saat itu kami menerima gaji 14," ungkapnya

Selain itu guru yang ada di Kecamatan Danau Kerinci juga mengalami hal yang sama, diwaktu yang berbeda. Guru yang tak mau namanya ditulis mengatakan saat dikasih kaset di sekolah banyak PNS yang terkejut. Karena sebelumnya tidak pernah diberitahukan. "Ada yang menerima kaset itu, ada juga yang merasa keberatan karena gaji dipotong," bebernya

Lain lagi halnya di kecamatan Batang Merangin. Kepala UPTD Pendidikan Batang Merangin, Martunus mengakui diwilayahnya tiap sekolah diminta mengambil 15 keping kaset. Namun dirinya menyarankan agar kaset lagu yang diberikan sesuai dengan jumlah PNS saja. Karena rata-rata PNS di satu sekolah di Batang Merangin masih kurang dari 15 orang.

"Aku bisa per guru PNS saja, jadi Batang Merangin ngambil sekitar 70 kaset DVD. Itu aku serahkan ke pengawas langsung melalui kepala sekolah menanganinya. Kalau pembayarannya di batang merangin tidak dari gaji, tapi dari dana Bos," katanya

Ia mengatakan yang menangani soal ini ditingkat SD, SMP, hingga tingkat SMA langsung dari pengawas dan kepala sekolah. "Sudah saya minta pengawas dan kepala sekolah yang mengurusnya," katanya lagi.

UPTD Kecamatan Sitnjau Laut juga mengatakan hal yang sama. Selain para guru PNS, pegawai di UPTD Pendidikan Sitinjau Laut juga diminta mengambik kaset tersebut. Ada sekitar 80 PNS di Kecamatan Sitinjau Laut yang diminta mengambil kaset dengan cara potong gaji. "Iya ada juga diminta, kasetnya dititip di UPTD, ada yang ngambil ada yang tidak. Kalau PnS sekitar 80 orang," kata Kepala UPTD Sitinjau Laut.

Sedangkan salah seorang kepala  sekolah di Tamiai Batang Merangin Kerinci mengakui jatah yang diminta 15 per sekolah, namun untuk saat ini ia belum mengambil kaset tersebut,karena masih ingin menanyakan kesediaan guru. Sebab jumlah PNS disekolah ini hanya 11 orang.  "Memang iya diminta beli kaset itu, awalnya saya tahu dari kawan-kawan juga dari Diknas. Tapi aku belum nyampaikan ke guru, takutnnya jadi beban ke guru," ungkapnya

Sementara itu kaset VCD yang didapati Tribun, berisi 12 lagu-lagu baru daerah Kerinci yang dibawakan oleh penyanyi populer kerinci Marsan Jufri CD. Juga ada Romui Eladi yang disebut-sebut  Sedangkan distributornya salah satu toko lagu di sungai penuh, namun diambil langsung oleh kepala sekolah maupun kepala UPTD masing-masing wilayah.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci, Mad Seri saat ditemui diruangannya Kamis (21/7) mengatakan tak mengetahui pasti mengenai hal ini. Ia katakan sebagai kepala dinas tak pernah memerintahkan untuk UPTD atau guru PNS agar membeli kaset VCD tersebut.

Mad Seri mengatakan kalau ada bawahan yang menjadi sponsor pejualan kaset ini, ia tak segan menindaknya. "Saya belum dapat laporan, juga tidak ada saya perintahkan UPTD agar ngambil kaset. Siapa yang meminta, kalau ada bawahan nanti akan saya panggil," katanya. (Hdp)

Halaman 1 2
Sumber : harian pagi tribunjambi


Posting Komentar