Ads (728x90)

Forexmart


Portaljambi.com, SUNGAI PENUH – Maraknya Parkir Liar dikawasan Pasar Sungai Penuh makin dikeluhkan oleh pengunjung, parkir liar yang tersebar di Jln A. Thalib, Jln Tengku Umar, Jln Dipenegoro Jln Sudirman, Jln. Muradi dan sebagian besar kawasan pasar sungai penuh.

Parkir Liar ini mengakibatkan kemacatan di sekitaran wilayah tersebut dan mengakibat Tata Kelola Kota Sungai Penuh yang Semrawut.
“ Lihat saja di kawasan pasar hari ini, penataan Parkirnya tidak jelas dan retribusinya dititepkan sepihak oleh petugas parkir ” Ungkap Sekjen LSM ICI kepada Portaljambi.com.

Dalam permasalahan ini, Dishub Kota Sungai Penuh mestinya peka terhadap keluhan masyarakat mengenai Parkir di kawasan pasar sungai penuh.
“ Dishub kota Sungai Penuh harus bertanggungjawab mengenai hal ini, yang jelas mereka telah gagal mengelola kawasan parkir dan kawasan terminal kota sungai penuh “ tambahnya lagi.

Permasalahan parkir yang belum teratasi dari tahun ke tahun, Dishub kota Sungai Penuh kembali jadi Sorotan mengenai Jalur 1 arah yang diterapkan di sebagian jalan protokol sungai penuh dan pengelolaan angkutan umum dan barang yang melintasi kawasan Terminal Pasar Sungai Penuh.

“ Terminal Sungai Penuh seperti tak terurus, UPTD Dishub Terminal Sungai Penuh hanya peduli dengan setoran tanpa mempedulikan kenyamanan dan ketertiban Terminal “ jelasnya lagi.

Untuk di ketahui, Kota Sungai Penuh telah menetapkan Retribusi Parkir di kawasan wajib parkir sesuai dengan Perda Nomor 2 tahun 2016 yaitu Rp. 1.000 untuk roda dua dan Rp. 2.000 untuk roda empat. Dan target PAD dari retribusi parkir tahun 2016 yaitu sebesar 600 juta rupiah.

Dari perda yang telah diterbitkan oleh Pemkot Sungai Penuh nomor 2 tahun 2016 tentang retribusi jasa parkir dan target PAD yang begitu besar seharusnya Dishub harus berkerja secara maksimal dan harus tegas terhadap pelaku pengelola parkir liar yang semakin marak.

“ Kita curiga Dishub Kota Sungai Penuh mendapakan setoran dari parkir liar “ tutup Sekjen LSM ICI. (dnd)

Posting Komentar