Ads (728x90)

Forexmart

Portal Jambi 22.34 A+ A- Print Email
Ilustrasi
Ilustrasi dok/jpnn
JAMBI - Puluhan guru pegawai negeri sipil (PNS) di Provinsi Jambi, tepatnya di Kabupaten Sarolangun, belum menerima tunjangan guru daerah terpencil terhitung sejak Januari 2016 lalu.

Ketua Persatuan Guru Daerah Terpencil Kabupaten Sarolangun Arios mengatakan, besarnya tunjangan yang diterima guru daerah terpencil itu bervariasi, sesuai dengan golongan dan gaji pokok masing-masing.

"Yang kami sesalkan itu, untuk guru honorer dan kontrak daerah sudah menerima semuanya, besarnya sekitar Rp 1,5 juta. Sementara kami guru PNS belum menerima," kata Arios usai menyampaikan aspirasi di gedung DPRD Provinsi Jambi, Rabu (28/12).

"Hingga kini kami belum menerima kejelasan dari pemerintah. Sementara ini sudah mau akhir tahun," ujarnya lagi.
Menurut Arios, selain belum menerima tunjangan guru daerah terpencil dia bersama rekannya juga belum menerima sertifikasi. "Kalau sertifikasi guru keluar, tentu tidak menjadi problem bagi kami. Ini sertifikasi tidak keluar, tunjangan guru daerah terpencil tidak keluar," bebernya.

Situasi ini, lanjut Arios, cukup mengkhawatirkan, mengingat tingginya biaya hidup guru-guru PNS di daerah terpencil yang bergantung dengan tunjangan dan sertifikasi itu.

"Bayangkan saja, kalau di kota harga gas 3 kilogram itu Cuma Rp 20 ribu. Di perbatasan harganya bisa mencapai Rp 40 ribu. Belum lagi kebutuhan rumah tangga lainnya. Kami harap ada kejelasan tentang ini," ungkap Arios.
Sejauh ini, kata Arios, ia bersama rekannya yang lain sudah menyampaikan keluhan itu ke Bupati, Gubernur, dan terakhir ia bersama rekannya yang lain telah menyampaikan keluhan itu ke Anggota Komisi X DPR RI.

"Sampai saat ini belum ada kejelasan. Kalau alasannya defisit, tentu ada penjelasan. Kapan dicairkan, yang kami butuhkan kejelasan," pungkasnya.
Sumber : Metrojambi.com


Posting Komentar