Ads (728x90)

Forexmart

Portal Jambi 22.05 A+ A- Print Email

SUNGAIPENUH – Pemerintah Kota Sungaipenuh melalui Dinas Pendidikan (Disdik) setempat dalam waktu dekat ini akan melakukan rotasi terhadap guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Rotasi akan dilakukan terhadap guru yang telah mengajar di satu sekolah lebih dari empat tahun.

Kepala Disdik Sungaipenuh Hadiyandra mengatakan, rotasi guru sebenarnya sudah dilakukan sejak 2017 lalu, namun kurang efektif. “Jadi tahun 2018 ini akan kita ulang lagi,” kata Hadiyandra, Minggu (26/8). 

Hadiyandra menyebutkan, rencana rotasi guru tersebut dilakukan menindaklanjuti surat eradan dari Kementerian Pendidikan. Dalam edaran tersebut Kementerian Pendidikan yang mewajibkan guru yang telah empat tahun mengajar di satu sekolah untuk dirotasi. 

Lebih lanjut Hadiyandra mengatakan, pihaknya menemukan banyak guru di Kota Sungaipenuh yang telah mengajar di masing-masing sekolah lebih dari 10 tahun. Mereka melihat dampak dari terlalu lama mengajar di satu sekolah, semangat mengajar mereka menjadi hilang. 

“Melihat hal itu, maka rotasi guru sangat penting dilakukan agar para guru bisa lebih semangat lagi dalam menjalankan tugas mereka,” harapnya. 

Dikatakannya lagi, ada sanksi yang diberikan kepada guru yang enggan di pindah. Seperti sanksi penundaan pencairan tunjangan profesi mereka. “Jelas ada sanksi bagi mereka yang tidak mau dipindahkan. Ini sudah ada edarannya,” ungkapnya. 

Ia menyebutkan, selain memberi suasana baru dan membangkitkan semangat kembali para guru, dilakukan rotasi guru tersebut agar tidak ada lagi sekolah favorit. Semua sekolah menjadi sama kualitas pendidikannya, baik itu sekolah di kota maupun sekolah yang berada di pinggiran kota. 

Sejauh ini ia mengakui, guru potensial banyak menumpuk di pusat kota, seperti sekolah yang ada di Kecamatan Pondok Tinggi dan Kecamatan Sungaipenuh. “Saat ini sudah ada puluhan guru yang meminta pindah sekolah, dan langsung kita fasilitasi,” pungkasnya.

Sumber : Metrojambi.com

Posting Komentar