• Jelajahi

    Copyright © Portal Jambi | Berita Jambi | Pilgub Jambi | Jambi | Corona Jambi | Kerinci | Berita Tebo | Bungo
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Kades Pondok Beringin Takut Merealisasikan Dana Hibah, Ini Alasannya

    Dilihat 0 kali Senin, 19 Februari 2018, 16.49 WIB Last Updated 2018-02-19T10:14:01Z
    KERINCI-Menyikapi tudingan tidak merealisasikan Dana bantuan dari Provinsi Jambi sebanyak Rp 60 juta untuk desa Pondok Beringin, Mufti Alim membantah bahwa dan tersebut belum bisa dimanfaatkan untuk desa.

    Ia mengatakan, Hingga saat ini Kepala desa yang ada diseluruh Kerinci masih ragu menggunakan dana tersebut untuk kegiatan fisik dan pemberdayaan. Dengan alasan tumpang tindih. “Kondisi ini membuat kepala desa di Kabupaten Kerinci tidak bisa mencairkan bantuan dana dari Provinsi Jambi tersebut, meskipun dana telah masuk kerekening desa.” Ujar Mufti Alim, Kepala Desa Pondok Beringin, Senin (19/02)

    "Kami tetap tidak berani mencairkan dana itu (bantuan provinsi) lebih baik menunggu instruksi dari atas, karena kami takut bermasalah nanti. " terangnya

    Mengenai pemberitaan di salah satu media online local itu tidak berdasar dan terlalu mengada-ada. Apalagi pernyataan itu tidak didukung bukti dan fakta secara otentik sesuai ketentuan aturan hukum.

    Apalagi, kata dia, Seharusnya menelusuri dan investagasi terlebih dahulu ke sejumlah desa di Kerinci,  Ada tidak kades yang menggunakan?, Semua kades masih ragu untuk menggunakannya.

    "Hal ini tentu telah mencemar nama baik saya, sehingga menimbulkan kerugian inmaterial dan martabat saya selaku kepala desa," kesalnya.

    Mufti alim pun menegaskan , bahwa ia telah memanggil seluruh unsur-unsur yang ada di desa Pondok Beringin bahwa dana hibah dari provinsi jambi tersebut tidak bisa dicairkan dan akan dijadikan silva.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Desa dan masyarakat Kerinci, Hasferi, membenarkan banyak Kades yang belum bisa mencair dana hibah Rp 60 juta setiap desa di Kerinci. Dia mengatakan, untuk dana hibah setiap desa memang telah masuk ke rekening.

    "Tapi untuk mencairkan dana itu harus dimusyawarah dengan desa dan BPD dulu, mungkin karena dana ini turun juga diakhir tahun, tapi tahun 2018 ini tetap bisa digunakan, karena masuk ke kas desa," jelasnya.


    “ Jadi Kades harus berhati-hati menggunakan dana hibah, jangan salah nantinya," katanya.(yan)


    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Silahkan Berikan Komentar Terbaik

    Terkini