• Jelajahi

    Copyright © Portal Jambi | Berita Jambi | Pilgub Jambi | Jambi | Corona Jambi | Kerinci | Berita Tebo | Bungo
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Proyek 5 M !!! Aduk Semen Pakai Cangkul Malam Hari, Mutu Beton Pelebaran Jalan Nasional Lubuk Nagodang Kerinci Dipertanyakan?

    kg
    Dilihat 0 kali Senin, 30 Desember 2019, 10.06 WIB Last Updated 2019-12-30T03:06:24Z

    Kerinci,- Asli Parah! Selain aksi kuno pakai Molen untuk pelebaran Jalan Nasional pihak kontraktor malah menambah aksi kuno lagi, yakni Cangkul digunakan sebagai pengaduk semen pada proyek milyaran kaliber Nasional.
    Anehnya, Pihak Konsultan Pengawas dari PT Epadascon Permata dan PPK BPJN IV Jambi malah bungkam. Terkesan  pembiaran terhadap pelaksanaan pekerjaan asal – asalan dilaksanakan malam hari oleh CV Adhi Putra Karya.
    Pantauan siasatinfo.co.id dilokasi kerja malam tadi, Minggu ( 30/12/2019 ) sekitar pukul 21:30 wib, pekerja dilokasi menggunakan cangkul untuk adukan semen lantai dasar. Lalu material adukan semen pada molen hanya pemoles untuk permukaan saja.
    Dilokasi kerja malam hari itu, tidak satupun diantara pengawas dan konsultan yang berhasil ditemui pihak media siasatinfo.co.id.

    Diujung tahun Desember 2019, Kebut – kebutan kejar waktu pihak CV Adhi Putra Karya pada pekerjaan pelebaran jalan Nasional di Lubuk Nagodang, Kabupaten Kerinci, dengan sumber dana APBN 2019, senilai Rp 5,1 Milyar, mutu betonnya menuai kritikan pedas dari warga dan semua kalangan pengguna jalan.
    “Masak proyek nilai Rp 5 Milyar mengaduk semen menggunakan cangkul, bikinmalu saja,”kata warga setempat.
    “Tu liat pasir diangkut pakai lori tanpa semen dionggok sepanjang galian bahu jalan, lalu dikasih semen dan diaduk pula pakai cangkul.
    “Hasil adukan dari molen hanya untuk pelapis dipermukaan atas saja. Entahlah, gimana mutu beton pekerjaan ini bisa bertahan,” ungkap salah satu sumber warga kepada siasatinfo.co.id.
    Menurut LSM LPPI Tipikor, Joni Satria, pihaknya meminta agar pihak yang berwenang untuk menolak hasil pekerjaan ini.
    “Kami minta kepada pihak berwenang baik Penyidik Tipikor Kepolisian maupun Kejaksaan untuk segera mengusut tuntas pekerjaan asalan ini yang sarat dengan korupsi,”ujar Joni Satria dengan rada kesal. (Jm/red).
    sumber : Siasatinfo.co.id
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini