• Jelajahi

    Copyright © Portal Jambi | Berita Jambi | Pilgub Jambi | Jambi | Corona Jambi | Kerinci | Berita Tebo | Bungo
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Kasus Gelar Palsu Oknum Kader Partai Gerindra Tebo, Ini Kata Mantan Ketua Permaja

    kg
    Dilihat 0 kali Kamis, 30 Januari 2020, 12.30 WIB Last Updated 2020-01-30T12:38:20Z
    Muhammad Iqbal Ardiansyah

    Jakarta –Beberapa hari lagi sidang terdakwa Jumawarzi anggota DPRD Kabupaten Tebo dari Partai Gerindra yang didakwa perkara penggunaan gelar akademik palsu akan segera divonis Pengadilan Negeri Tebo.
    Muhammad Iqbal Ardiansyah, mantan Ketua Persatuan Mahasiswa Jambi Jakarta Raya (Permaja Jaya) angkat bicara perihal kasus ini. Iqbal menilai perbuatan terdakwa Jumawarzi sudah sangat merugikan mahasiswa yang mendapatkan gelar akademik secara benar.

    “Perbuatan Jumawarzi ini adalah kejahatan yang tidak bisa dimaafkan, yang mana diatur dalam Undang-Undang khusus, jika kita bicara kerugian yang dirugikan terdakwa adalah seluruh mahasiswa se-Indonesia,” kata Iqbal, Kamis (29/1/2020).

    “Jika terdakwa Jumawarzi tidak dihukum berat maka saya rasa akan banyak orang yang sembarang memakai gelar akademik, kasihan kami yang susah payah mengikuti perkuliahan untuk mendapatkan gelar akademik,” ujar Iqbal.

    Iqbal mendesak agar JPU Kejaksaan Negeri Tebo menuntut terdakwa Jumawarzi dengan tuntutan maksimal.

    “Yang tercantum dalam pasal 93 Undang-Undang nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang berbunyi, Perseorangan, organisasi, atau penyelenggara Pendidikan Tinggi yang melanggar pasal 28 ayat (6) atau ayat (7), pasal 42 ayat (4), pasal 43 ayat (3), pasal 44 ayat (4), pasal 60 ayat (2), dan pasal 90 ayat (4), dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana dengan paling banyak Rp 1 miliar,” ucap Iqbal.

    Jadi berdasarkan pasal tersebut, kata Iqbal, hendaknya Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tebo harus menuntut hukuman maksimal dari pasal 93 Undang-Undang nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi minimal dituntut 5 tahun penjara dan denda Rp1 miliar biar jera.

    Sumber : Detail.id
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini