Survei Indo Barometer: Pak Soeharto Presiden Paling Disukai Masyarakat

Survei Indo Barometer: Pak Soeharto Presiden Paling Disukai Masyarakat

Senin, 24 Februari 2020


Jakarta - Lembaga Survei Indobarometer telah memaparkan salah satu surveinya tentang Presiden paling disukai. Hasilnya, Presiden kedua Indonesia, Soeharto paling disukai oleh masyarakat.

Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, menyebut tingkat kesukaan pada Soeharto dengan angka 23.8%. Disusul Joko Widodo 23.4%, Soekarno 23.3%, Susilo Bambang Yudhoyono 14.4%, BJ Habibie 8.3%, Abdurrahman Wahid 5.5%, dan Megawati Soekarno Putri 1.2%.
"Soeharto dapat dianggap sebagai presiden paling lengkap dalam sejarah Indoneia. Di bidang pendidikan misalnya berhasil membangun SD Inpres, di bidang kesehatan membangun puskesmas serta membangun perumahan rakyat (Perumnas) di seluruh Indonesia. Dia juga relatif bisa menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok (Bulog)," kata Qodari.

Qodari menambahkan, Soeharto juga berjasa dalam membangun infrastruktur dasar, seperti jalan, jembatan, waduk dan seterusnya. "Hanya saja kekurangannya adalah minimnya kebebasan dan demokrasi," ucap Qodari.

Meskipun kesukaan masyarakat terhadap Soeharto tetap tertinggi, namun seiring berjalanya waktu, pamor Presiden terlama berkuasa itu terus mengalami penurunan.

"Kesukaan pada Soeharto misalnya turun signifikan dari 36.5% di tahun 2011 menjadi 23.8% di tahun 2020. Untuk Presiden paling berhasil turun dari 40.5% di tahun 2011 menjadi 32.9% di tahun 2018," kata Qodari.

Qodari menegaskan, siapapun yang ingin menjadi presiden 2024, perlu melihat presiden sebelumnya untuk dijadikan benchmark. Utamanya dari para presiden yang paling disukai atau dianggap berhasil oleh masyarakat Indonesia. "Setidaknya sebagaimana terlihat dari survei," tandas Qodari.
Metode Survei
Untuk diketahui survei ini menggunakan sebanyak 1200 responden, dengan margin of error sebesar ± 2.83%, pada tingkat kepercayaan 95%.

Responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.

Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling dan untuk teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Waktu pengumpulan data pada tanggal 09 – 15 Januari 2020.

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka.com/liputan6.com