Begini Penampakan Raja Salman, Pasca Penangkapan 20 Pangeran Yang Akan Kudeta

Begini Penampakan Raja Salman, Pasca Penangkapan 20 Pangeran Yang Akan Kudeta

Selasa, 10 Maret 2020
Penampakan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari Arab Saudi, Minggu (8/3/2020), usai penangkapan massal terhadap para pangeran yang dicurigai merencanakan kudeta. Foto/AP via The Guardian 

RIYADH, Portaljambi.com- Kerajaan Arab Saudi merilis foto-foto Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud yang sedang melakukan tugas resmi, setelah 20 pangeran dilaporkan ditangkap dalam "operasi pembersihan" karena dicurigai merencanakan kudeta.

Dalam beberapa foto dirilis Minggu, raja berusia 84 tahun itu terlihat menerima beberapa duta besar dan membaca surat. Kerajaan, sampai hari ini belum mengonfirmasi laporan penangkapan massal tersebut. Penerbitan foto-foto Raja Salman juga memicu spekulasi tentang kondisi kesehatannya.

Dari 20 pangeran yang dilaporkan ditangkap dan ditahan, dua di antaranya adalah adik Raja Salman; Pangeran Ahmed bin Abdulaziz dan mantan putra mahkota; Mohammed bin Nayef. Penangkapan dimulai hari Jumat pekan lalu. Namun, laporan lain menyebut dua pangeran yang belum diketahui namanya telah dibebaskan pada Minggu malam.


Para pejabat Saudi yang berbicara dalam kondisi anonim pada hari Minggu bersikeras bahwa penahanan massal telah menggagalkan tahap awal kudeta terhadap pewaris takhta, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS) Mereka membenarkan bahwa penangkapan massal itu atas perintah MbS.
MbS selama ini dipandang sebagai penguasa de facto Saudi, yang mengendalikan semua lengan utama pemerintah dari pertahanan hingga ekonomi.

Para pejabat mengatakan Raja Salman sendiri telah menandatangani surat perintah penangkapan, termasuk terhadap adiknya; Pangeran Ahmed. Tindakan Raja Salman ini merupakan langkah yang tidak biasa.

Pangeran Ahmed dan Mohammed bin Nayef selama ini dipandang sebagai salah satu penghalang bagi MbS untuk naik takhta.

MbS beberapa tahun lalu juga memimpin "operasi pembersihan" terhadap para pebisnis dan para pangeran dalam apa yang oleh kerajaan disebut sebagai operasi anti-korupsi.

Sumber : Harianhaluan.com