• Jelajahi

    Copyright © Portal Jambi | Berita Jambi | Pilgub Jambi | Jambi | Corona Jambi | Kerinci | Berita Tebo | Bungo
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Raja Salman Resmi Umumkan Jam Malam di Arab Saudi karena Virus Corona

    Dilihat 0 kali Selasa, 24 Maret 2020, 08.34 WIB Last Updated 2020-03-24T01:41:12Z

    Riyadh - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, mengumumkan jam malam akan diberlakukan secara nasional di seluruh wilayah negara itu untuk membatasi penyebaran virus Corona atau COVID-19. Jam malam mulai petang hingga subuh ini diberlakukan mulai Senin (23/3) waktu setempat.
    Seperti dilansir AFP, Senin (23/3/2020), laporan kantor berita Saudi Press Agency (SPA) yang mengutip perintah Kerajaan Saudi menyatakan bahwa jam malam berlaku mulai pukul 19.00 hingga pukul 06.00 pagi selama 21 hari ke depan.

    Jam malam ini diberlakukan setelah otoritas Arab Saudi melaporkan penambahan kasus virus Corona pada Minggu (22/3) waktu setempat, menjadi total 511 kasus.
    Pekerja sektor kesehatan juga sektor keamanan dan militer, sebut perintah kerajaan itu, akan dikecualikan dari aturan jam malam ini.

    Pekan lalu, Raja Salman memperingatkan bahwa perjuangan memerangi virus Corona akan 'lebih sulit' ke depannya. Saudi diketahui tengah menghadapi pukulan ganda dari serangkaian penutupan akibat virus Corona dan jatuhnya harga minyak.

    Sebagai upaya mengurangi penyebaran virus Corona, otoritas Saudi telah menutup bioskop, mal dan restoran, juga menghentikan sementara penerbangan internasional juga domestik dan menghentikan umroh untuk tahun ini. Saudi juga menghentikan sementara ibadah salat berjemaah di seluruh masjid di wilayahnya, kecuali di Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah.
    Sebagai negara pengekspor minyak mentah utama dunia, Saudi juga menghadapi jatuhnya harga minyak yang selama ini menjadi sumber pemasukan pemerintah. Harga minyak merosot di bawah US$ 25 per barel, yang merupakan angka terendah dalam 18 tahun, akibat lesunya permintaan karena virus Corona dan perang harga dengan Rusia.

    Sumber : Detik.com
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini