• Jelajahi

    Copyright © Portal Jambi | Berita Jambi | Pilgub Jambi | Jambi | Corona Jambi | Kerinci | Berita Tebo | Bungo
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Berita Merangin : Resah Disebut ODP Covid-19, Pengusaha Merangin Lakukan Rapid Test

    Dilihat 0 kali Rabu, 08 April 2020, 08.30 WIB Last Updated 2020-04-08T08:17:43Z

    Berita Merangin,- Seorang pengusaha di Merangin, setelah pernah kontak dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19, H Shamsum Yahya atau biasa dipanggil Samson, merasa resah dan khawatir. Pasalnya namanya tersebar di berbagai Grup WhatsApp disebut-sebut sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP).

    Tidak hanya di dalam Grup WhatsApp saja, Samson juga menjadi buah bibir di kalangan masyarakat, setelah pernah kontak dengan pasien PDP dari Bungo beberapa waktu lalu.

    Memang tak dipungkiri melalui pesan WhatApps banyak beredar nama Samson dan anaknya sebagai ODP karena ia pernah kontak dengan salah satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari Bungo, atas pesan tersebut ia merasa cukup resah dan khawatir.

    Untuk memastikan itu, Samson bersama anaknya dan satu rekannya melakukan rapid test di RSD Kol Abundjani guna memastikan kondisinya, Selasa (7/4/2020) dan menurut Samson hasil tes tersebut dinyatakan negatif.

    "Saya sudah mendengar nama saya disebut-sebut dan beredar lewat pesan WA, saya resah juga. Makanya atas inisiatif sendiri saya tadi bersama anak saya lakukan rapid test di RSD Kol Abunjadi dan alhamdulillah hasilnya negatif," ujar Samson didampingi anaknya.

    Namun Samson mengakui bahwa ia pernah bertemu dengan pasien PDP dari Bungo namun itu pada tanggal 19 Maret 2020 di Jambi dan hingga saat ini sudah lebih 14 hari.

    "Yo, sayo pernah ketemu beliau (pasien PDP,  ed) di Jambi tapi itu 19 Maret, lah lebih 14 hari, makonyo sayo tes tadi, biar masyarakat dak meraso khawatir berlebihan dengan sayo sekeluarga, alhamdulillah gejala-gejala tidak ada selama ini," terang Samson.

    Sementara itu, Direktur RSD Kol Abundjani Berman Saragih saat dikonfirmasi terkait hasil tes yang dilakaukan Samson membenarkan bahwa hasil rapid tesnya negatif.

    "Ya benar, Samson bersama anaknya dan ada teman satu lagi melakukan rapid test, hasilnya negatif tadi," ujar Berman.

    Namun kata Berman, Samson tetap dalam pantauan. "Kalaupun hasilnya negatif dia belum tentu 'clear', siapa tahu dia carrier dalam artian bisa saja ia membawa tapi ia tidak kena, mudah-mudahan tidak," sambung Berman.

    "Yang seperti itu tetap dipantau, kami tetap kasih pengertian dengan dio jangan berpuas diri dulu dan dio tetap harus waspada walaupun hasil tes negatif," tambah Berman.

    Lalu saat ditanya tingkat akurasi hasil rapid test tersebut, Berman menjelaskan di angka 50 persen namun tetap di bawah 60 persen.

    "Kalau yang mendekati hasil 90 persen itu via PCR (Polymerase Chain Reaction) itu adanya di rumah sakit besar di Jambi saja tidak ada, rapid test ini akurasi di atas 50 persen namun di bawah 60 persen," pungkasnya.

    Sumber : Metrojambi.com
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini