• Jelajahi

    Copyright © Portal Jambi | Berita Jambi | Pilgub Jambi | Jambi | Corona Jambi | Kerinci | Berita Tebo | Bungo
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Setoran Rp 50 Juta Survei Gerindra Jambi, Diduga Hanya Tameng Gerogoti Calon Gubernur

    Dilihat 0 kali Jumat, 03 April 2020, 09.53 WIB Last Updated 2020-04-03T02:56:04Z

    Berita Jambi – Selain survei dianggap tidak kredibel, petinggi DPD partai Gerindra Provinsi Jambi, diduga melaksanakan survei sebagai tameng untuk menggerogoti Calon sebagai Gubernur saja.
    Mencuat kepermukaan setelah hasil survey internal partai Gerindra dirilis salah satu tim sukses balonGub Jambi beberapa waktu lalu mendapat sorotan miring dan menuai polemik.
    Informasi diperoleh siasatinfo.co.id dari berbagai sumber dana survei internal tentang calon Gubernur Jambi bakal diusung Partai Gerindra, per satu calon mesti bayar Rp 50 Juta dan uang pendaftaran Rp 10 Juta, ambil formulir Rp 1 juta total sebanyak Rp 61 Juta dari 9 calon yang mendaftar.
    Tak tangung -tanggung Balongub Ramli Taha siap gembleng 11 Pengacara untuk menggugat Sutan Adil Hendra (SAH), Ketua DPD Gerindra Provinsi Jambi hingga ke proses hukum.
    Parahnya lagi setiap orang yang mendaftar sebagai calon Gubernur di Partai Gerindra diharuskan membayar biaya survei sebesar Rp. 50 juta.
    Informasi yang didapatkan bahwa ada 9 orang kandidat yang mendaftarkan diri ke Gerindra, dan setiap kandidat yang ditetapkan sebagai calon di Gerindra diwajibkan membayar uang Survei.
    “uang survei 50 juta setiap kandidat, untuk Calon Ramli Taha saya yang membayarkan langsung ke Panita Penjaringan, dana tersebut katanya sumbangan, tapi sumbangan yang ditentukan jumlahnya” ungkap Fesdiamon Sekretaris Tim Pemenangan Ramli Taha dilansir dari kerincitime.co.id.
    Dikatakannya bahwa ia akan memperkarakan proses survei yang dilakukan terhadap kandidat dalam perebutan dukungan partai pemilik 7 kursi di DPRD Provinsi Jambi dinilai tidak kredibel.
    “kita bayar uang survei, kita tidak tahu seperti apa surveinya, terus dimana surveinya, sampelnya berapa, tahu-tahu sudah keluar, ini disinyalir ada permainan dengan kandidat yang diunggulkan
    “kita akan laporkan ke Polda minggu depan, karena kondisi saat ini terkendala virus corona” katanya. (jm)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini