• Jelajahi

    Copyright © Portal Jambi | Berita Jambi | Pilgub Jambi | Jambi | Corona Jambi | Kerinci | Berita Tebo | Bungo
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Viral di Medsos ! Surat Terbuka Untuk Bupati, Wakil Bupati dan DPRD Kabupaten Kerinci

    Dilihat 0 kali Selasa, 07 April 2020, 21.51 WIB Last Updated 2020-04-07T14:52:35Z

    Virus Corona,- Ditengah mewabahnya covid 19 di seluruh penjuru dunia, yang semula berasal dari Wuhan, China dan kini sudah menyebar ke berbagai belahan dunia, Italia, Iran, Spanyol, Amerika yang semula meremehkan Virus Corona, hari ini kita lihat dan saksikan bersama negara-negara besar tersebut kelimpungan menghadapi wabah ini. Covid 19 ditetapkan sebagai Pandemi oleh WHO yang harus serius untuk ditangani oleh negara manapun, tak terkecuali Indonesia.

    Pemerintah RI telah membentuk Gugus Tugas Pencegahan penanganan penyebaran Covid 19 yang dikomandoi Letjend Doni Monardo Kepala BNPB, berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Pusat, Provinsi, Kota dan Kabupaten, namun belum dianggap maksimal sebagian masyarakat, pro dan kontra penilaian masyarakat, terjadi dalam penanganan covid 19 ini, baik di level kalangan atas, mahasiswa, intelek, maupun di kalangan orang awam. Pro dan kontra, kritik dan saran, tentu berasal dari rasa cinta kepada ibu pertiwi yang sedang bersedih dilanda wabah corona ini, tidak perlu kita anggap suatu kebencian terhadap suatu golongan.

    Mahasiswa yang kita kenal sebagai orang-orang yang idealis harus tetap ditanamkan didalam hati kita sebagai orang tua. Saran dan Kritikan mereka haruslah kita dengarkan, karena mereka yang akan mewarisi negeri ini, mereka yang akan menyambut tongkat estafet kepemimpinan di negeri ini. Mari kita terima saran dan masukan mereka sebagai salah satu ide kreatif dari pewaris negeri ini. Pengantar ini sengaja redaksi tulis agar kita semua jernih menilai Sebuah Surat Terbuka Yang ditujukan kepada pemimpin di negeri ini.


    SURAT TERBUKA UNTUK BUPATI,WAKIL BUPATI, DAN DPRD KABUPATEN KERINCI, JAMBI.

    Yth. Bapak Bupati Kerinci, Dr. H. Adirozal, M. Si. 

    Di

    Tempat

    Assalamualaikum wr. wb

    Sebelumnya, saya ingin menyampaikan duka yang mendalam untuk Kampung Halaman Sakti Alam Kerinci yang sedang dilanda Covid-19

    Bersama dengan surat ini Perkenalkan pak, nama saya Mandala Ade Putra. Tentu saja bukan siapa-siapa, melainkan hanyalah warga negara biasa yang senantiasa mengagumi anda. Saya adalah anak masyarakat Petani kerinci yang Saat ini berada di titik zona merah Covid-19 DKI Jakarta. Dan saya adalah mahasiswa asal kerinci yang sedang berkulyah di salah satu perguruan tinggi di jakarta '' Universitas Jakarta''

    Bapak Bupati, saya tahu tugas anda berat, dan oleh karena amanah berat itulah saya kira anda mau mengabdi menjadi bupati, dan bukan karena fasilitasnya, bukan karena nafsu kekuasaan dan bukan karena bisikan para kontraktor yang hanya ingin mengembangkan kepentingannya semata?

    Bapak Bupati, belakangan ini Kabupaten kerinci mengalami musibah yang seolah tiada berhenti. Mulai dari galian C yang mengakibatkan banjir, dan Hiruk pikuk politik. Yang memperhambatkan pelayanan publik.

    Selanjutnya yang kini menghebohkan kita adalah kasus wabah Virus Covid-19 atau Virus Corona yang terhitung hingga tanggal 6 Afril 2020 setidaknya telah membuat 209 nyawa melayang dengan 2,491 kasus pasien positif corona. Dan menyeret kabupaten kerinci dalam status siaga dengan data BNPB Prov Jambi ada 94 ODP dan 1 PDP. Tentu kita semua berduka akan bencana tersebut dan berdoa semoga negeri kita lekas pulih dari bencana demi bencana yang melanda.

    Sejak awal, saya tidak sedikitpun menduga kondisi seperti ini. Di tengah-tengah stagnasi pertumbuhan ekonomi dan turunnya kepercayaan masyarakat, hiruk pikuk politik dan masalah internal pemerintah kerinci. Saat ini kepemimpinan anda juga diuji dengan wabah Covid-19. Rasa kemanusiaan anda tidak sedikitpun kami pertanyakan, begitupun dengan niat baik anda dalam penangan virus ini.

    Namun masalah kepemimpinan lebih dari itu, semakin hari masyarakat mulai gelisah dan mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam penangan wabah ini. Saya tidak bisa menyalahkan masyarakat, bagaimanapun mereka mendengar pemerintah pusat yang berkelakar sedari awal mengecilkan virus ini. Masyarakat juga menyaksikan secara langsung bagaimana upaya pemerintah dari hari ke hari.

    Di era informasi yang sangat terbuka ini, masyarakat dengan mudah mendapatkan informasi termasuk statistik penangan Covid-19. Kita juga mencari informasi tentang bagaimana kebijakan Kabupaten lain, tidak sedikit dari mereka yang sukses menurunkan angka korban Covid-19. Ditengah-tengah himbauan Sosial Distancing, publik memiliki waktu banyak mencari informasi dan membandingkan kebijakan sejumlah Kabupaten dan pada akhirnya mempertanyakan kenapa kita tidak dapat seperti mereka?
    Padahal banyak dari komponen masyarakat menggalang bantuan dengan menyebarkan masker atau sanitizer dengan gratis.seperti yang dilakukan salah satu Organisasi masyarakat Perantau HKKN dan para petugas medis tidak kenal lelah membantu di garda terdepan. Mereka mestinya jauh lebih diprioritaskan

    Saya berpikir saya harus bersuara hari ini. Jangan sampai ketika hari yang tidak kita harapkan itu muncul dan terjadi, kita sudah tidak sanggup bicara, terlambat antisipasi, terlambat mencari solusi, dan bahkan untuk menyesal pun di hari itu kita sudah terlambat.

    Kondisi semacam ini memang bukan waktunya untuk saling menyalahkan. Saya hanya ingin ikut saling menyadarkan bahwa pemerintah mestinya bisa berbuat lebih dari hanya sekedar himbauan. Keadaan ini tidak boleh ditanggapi ala kadarnya. Jangan sekedar membuat masyarakat takut dan bingung tanpa tindakan yang jelas dirasakan melayani dan melindungi.

    Bapak Bupati, jangan tunggu Puluhan, atau bahkan ratusan nyawa melayang dulu. jikalau rencana kebijakan yang akan anda lakukan itu masih belum jelas dan tidak sanggup menjamin keselamatan hidup dan kesejahteraan rakyat, maka saran mundur dari jabatan Bupati mungkin bisa dipertimbangkan lebih awal. Selanjutnya kita ingin mendengar DPR, Partai Politik, dan rakyat bersuara.

    Saya Mahasiswa asal kerinci Berkomitmen tidak mudik sesuai dengan Himbauan Gubernur jambi pada Tgl 02 Afril 2020 dan kebijakan Bupati Kerinci. Kami akan patuh dan taat dengan himbauan tersebut. dan
    Apresiasi mendukung pencegahan Covid-19 di Provinsi jambi dan Kabupaten Kerinci.

    Terkain poin di atas maka harapan kami yang masih berada di sarang wabah. Untuk dapat di parhatikan.Agar meredam kekuatiran keluarga kami di kampung. 

    Jikalau ada himbauan untuk tidak pulang kampung mari tawarkan solusi untuk Kami  yang bertahan di sarang wabah dengan mengirim tenaga medis untuk warganya, memastikan kesehatan warganya, setelah dipastikan sehat sepenuhnya bisa dipulangkan dengan kendaraan oprasional yang dipunya oleh Pemda kerinci, sesampai nya di daerah lakukan pengecekan ulang untuk memastikan tidak pulang dalam keadaan terjangkit dengan begitu fasiltas yang ada lebih terasa manfaatnya bukan hanya digunakan untuk kegiatan yang bersifat ceromony belaka, atau solusi lain yang bisa ditawarkan pemda dapat membantu menyediakan bahan pangan untuk kami yang bertahan.

    karena pada dasarnya Mahasiswa asal kerinci juga warga Kabupaten Kerinci masyarakat kerinci yang mempunyai Hak yang sama dengan masyarakat Kerinci yang lain yaitu punya Hak untuk diselamatkan.

    JAKARTA, 07 April 2020

    MANDALA ADE PUTRA,

    -Aktivis, Ketua Harian Himpunan Mahasiswa Kerinci Sungai Penuh Sejabodetabek (HMK-JS) 

    -Mahasiswa Hukum universitas Jakarta.

    -Putra Tigo Luhah Semurup

    Dikutip dari Laman FB : Mandala Ade Putra.

    Waktu ditulis sudah di sukai 166 orang dan dikomentari 75 Komentar.
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Silahkan Berikan Komentar Terbaik

    Terkini