• Jelajahi

    Copyright © Portal Jambi | Berita Jambi | Pilgub Jambi | Jambi | Corona Jambi | Kerinci | Berita Tebo | Bungo
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Dokter Ini Meninggal Dunia karena Covid-19, Istrinya Terinfeksi dan Tengah Kritis

    Dilihat 0 kali Rabu, 20 Mei 2020, 08.34 WIB Last Updated 2020-05-20T01:34:42Z

    Virus Corona - Dokter yang meninggal akibat Covid -19 atau virus Corona kembali bertambah.
    Pada Selasa (19/5/2020) malam, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengabarkan meninggalnya dr Boedhi Harsono, anggota IDI Cabang Surabaya.
    Kabar duka itu disampaikan PB IDI di akun instagram mereka, @ikatandokterindonesia.
    Saat dikonfirmasi, Humas ID, dr. Halik Malik mengatakan dr Boedhi Harsono meninggal pada Senin (18/5/2020) malam di Surabaya.
    "Beliau dikabarkan meninggal semalam (Senin malam,-Red) sekitar jam 10 malam di waktu Surabaya," kata Halik.
    Menurut Halik, saat ini jenazah dr Boedhi sudah dimakamkan.
    Lebih lanjut, Halik menerangkan, dr Boedhi sudah dirawat dalam beberapa hari terakhir.
    Hal tes menunjukkan dr Boedhi positif terinfeski Covid-19.
    Tidak hanya dr Boedhi, istrinya yang juga seorang dokter juga terinfeski Corona dan saat ini sedang kritis.
    "Beliau ini sama-sama kritis dengan istrinya di ICU, kondisinya sudah mendapatkan bantuan pernafasan dengan ventilator. Istrinya juga seorang dokter, saat ini istrinya masih dirawat. Jadi, suami istri positif Covid-19," terangnya.
    Menurut Halik, dr Boedhi sudah tidak praktek karena sebelumnya sudah sakit.
    Sang istri-lah yang masih praktek dan kemudian terinfeksi Corona.
    Dengan meninggalnya dr Boedhi, jumlah dokter yang meninggal selama pandemi Corona kini menjadi 27 orang.
    "Terakhir, dengan dr Boedhi, jadi 27," ujar dia.
    Tengah Hamil, Perawat di Surabaya Meninggal
    Sebelumnya, kabar duka juga datang dari kalangan perawat. 
    Perawat RS Royal Surabaya, Ari Puspita Sari meninggal dunia dan kisahnya menjadi viral.
    Kabar Ari Puspita Sari meninggal menjadi sorotan karena perawat itu tengah mengandung dan terpapar Covid-19.
    Kronologi perawat RS Royal Surabaya Ari Puspita Sari meninggal diketahui mulai dirawat dr rumah sakit tempatnya bekerja hingga dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr. Ramelan, Surabaya,.
    Ia dipindahkan karena kondisi kesehatannya semakin kritis.
    Saat dirujuk ke RSAL, Ari sudah diiinkubasi.
    Bahkan ia langsung ditangani di ICU khusus Covid-19.
    Ini kronologinya:
    - Ari mengeluh sakit
    - 8 Mei Ari diistirahatkan
    - Dirawat 3-4 hari di RS Royal Surabaya
    - Kesehatan memburuk
    - 15 Mei dirujuk ke RSAL
    - Hasil swab diambil di RS Royal
    - Kondisinya kritis
    - Sudah pakai inkubasi
    - Ari meninggal 18 Mei pukul 10.50 WIB
    Sebelumnya dikabarkan Tribunnews.com, Humas RS Royal Surabaya, dr Dewa Nyoman Sutanaya SH MHKes MARS, mengonfirmasi perawat bernama Ari Puspita Sari, S. Kep., Ns., tersebut meninggal dunia.
    Menurut Dewa, Ari meninggal dunia pada Senin (18/5/2020) pukul 10.50 WIB.
    "Benar (meninggal dunia), pukul 10.50," kata Dewa saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Senin siang.
    Dewa mengatakan, Ari sempat dirawat sekitar tiga hingga empat hari di RS Royal Surabaya.
    Kondisi Ari kemudian semakin memburuk.
    Oleh karena itu, pihak RS Royal Surabaya pun merujuknya ke RSAL.
    "(Dirawat) tiga sampai empat hari di RS Royal, kemudian kondisi memburuk, kami rujuk ke RSAL," ungkap Dewa.
    Tiba di RSAL Sudah Kritis
    Sementara dikabarkan Surya.co.id, Humas RSAL, drg Aldiah juga mengungkapkan kronologi perawat Ari dirawat di RSAL hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir.
    Di kesempatan itu, Aldiah menceritakan kondisi Ari saat pertama kali datang ke RSAL.

    Menurut pengamatannya, Ari datang sudah dalam keadaan kritis.
    "Sudah pakai inkubasi saat datang. Masuk RSAL sudah masuk ruangan khusus ICU Covid-19. Jadi di RSAL itu nggak masuk ruang biasa tapi sudah masuk ruang ICU Covid," ungkap dia.
    Sementara saat ditanya kondisi suami Ari sekarang, Aldiah pun tidak bisa memberikan keterangan.
    "Belum tahu karena bukan pasien RSAL. 
    "Kalaupun harus dites kan harus lewat tahap rapid dulu," katanya.
    Aldiah membenarkan bahwa dari hasil tes Swab PCR yang dilakukan RS Royal menunjukkan bahwa Ari positif terinfeksi virus corona.
    "Pas tanggal 15 masuk RSAL. Hasil swab diambil di RS Royal kan jadi sudah bisa diketahui hasilnya positif," ucap dia.
    Namun Aldiah mengaku tidak mengetahui pasti kapan hasil tersebut keluar.
    Aldiah memprediksi, tes Swab PCR biasanya 4-5 hari setelah pengecekan.
    "Aku nggak tahu kapan keluarnya (hasil swab) tapi dirawat di RS Royal sejak 8 Mei. Kalau Swab itu kan pemeriksaan keluar 4-6 hari berarti kan bisa jadi sebelum masuk RSAL sudah keluar hasil positif itu," terang dia.

    Sumber : Tribunnews.com
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini