• Jelajahi

    Copyright © Portal Jambi | Berita Jambi | Pilgub Jambi | Jambi | Corona Jambi | Kerinci | Berita Tebo | Bungo
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Ini Profil Boy Rafli Amar, Doktor Komunikasi Kepala BNPT Yang Baru

    Dilihat 0 kali Rabu, 06 Mei 2020, 15.42 WIB Last Updated 2020-05-06T08:47:03Z
    Kepala BNPT yang baru, Irjen Pol Boy Rafli Amar. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

    Jakarta,  - Irjen Pol. Boy Rafli Amar resmi menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) usai readyviewed dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/5). Selain punya latar belakang penanggulangan terorisme, ia juga dikenal lama di dunia komunikasi.

    Lulusan Akpol 1988 ini menggantikan Suhardi Alius yang telah empat tahun menjabat di BNPT. Boy pun dengan demikian bakal naik pangkat menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) atau bintang tiga karena jabatan itu.

    Suksesi kepemimpinan di lembaga antiteror ini sempat menuai kontroversi terkait dugaan kesalahan administrasi. Pasalnya, pengangkatan Boy lebih dulu tercantum dalam surat telegram Kapolri ST/1378/KEP/2020, Jumat (1/5). Saat itu, Kementerian Sekretariat Negara mengakui belum ada keputusan presiden (Keppres) soal pergantian Kepala BNPT.
    Terlepas dari itu, sejumlah pihak menilai sosok Boy memiliki kapasitas untuk memimpin BNPT dengan ragam riwayat jabatannya. Pengamat intelijen Suhendra Hadikuntono menilai penunjukan Boy sudah sesuai dengan ketentuan.

    Diselingi jabatan Kapolda Banten, eks anggota Kontingen Garuda di Bosnia dan Kamboja ini kemudian menjadi Kepala Divisi Humas Polri pada 2016. Ia kemudian bertugas di Papua untuk kemudian kembali ke Jakarta sebagai Wakalemdiklat."Boy Rafli sebagai Kepala BNPT sudah tepat bila dilihat dari kapasitas, prestasi, integritas, dan track record," katanya, dikutip dari Antara.

    Sebelum ditunjuk menjadi Kepala BNPT, Boy menjabat sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Wakalemdiklat) Polri (2018-2020). Ia juga sempat mencicipi 'kerasnya' Bumi Cendrawasih saat memimpin Polda Papua pada 2017-2018. Jabatan Kapolda juga pernah ia sandang di Banten (2014-2016).

    Di luar itu, Boy dikenal publik lekat dengan dunia komunikasi sejak menjabat sebagai Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya pada 2009. Kasus kriminalitas yang banyak dan posisi ibu kota yang strategis membuatnya rutin tampil di media dengan pembawaan yang tampak tenang.

    Pria kelahiran Jakarta, 55 tahun lalu ini, kemudian ditarik ke Mabes Polri dan diangkat menjadi Kepala Bagian Penerangan Umum Biro Penerangan Masyarakat (Kabagpenum Ropenmas) Divisi Humas Polri pada 2010. Dua tahun kemudian, ia naik satu tingkat jabatan di divisi yang sama dengan menjabat Karopenmas Divisi Humas Polri.

    Komunikasi Terorisme

    Persoalan terorisme tak asing bagi Boy. Sejak 2002, Boy telah mendapat sejumlah penugasan ke luar negeri yang berkaitan dengan penanggulangan terorisme.

    Di antaranya ia pernah studi banding anti teror ke Australia, tugas investigasi terorisme Densus 88 di Filipina, dan menjadi tim delegasi RI Asean-Europe Counter Terrorism Meeting di Spanyol.

    Di samping itu, ia pernah menjabat sebagai Kepala Unit Negosiasi Subdetasemen Penindak Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri, yang tak lepas dari sisi ke-juru-bicara-an.

    Salah satu tugasnya ketika itu ialah berbincang untuk menemukan titik temu dengan terorisme yang berideologi radikal, baik itu dalam penangkapan maupun penahanan.

    Bidang jabatan lainnya dari suami Irawati ini kebanyakan berkutat pada masalah reserse.

    Terkait kehumasan, Boy sudah dinobatkan sebagai Doktor Ilmu Komunikasi di Universitas Padjadjaran, Bandung, lewat disertasinya berjudul 'Disertasi Integrasi Manajemen Media Dalam Strategi Humas Polri Sebagai Aktualisasi Promoter', pada 14 Agustus 2019.

    Dikutip dari situs polri.go.id, salah satu pengujinya saat itu adalah mantan Kapolri Tito Karnavian yang kini jadi Mendagri. Tito mencecar Boy dengan sejumlah pertanyaan terkait demokrasi liberal, media sosial, UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan kaitannya dengan penegakan hukum.

    .
    Meski ada kritik agar penelitiannya lebih sederhana dan fokus, Boy dinyatakan lulus dengan predikat yudisium sangat memuaskan.

    Publik pun menanti pembuktiannya di BNPT yang kini tengah bermasalah, terutama terkait deradikalisasi teroris yang butuh pendekatan dan komunikasi tepat.

    Sumber : Cnninfonesia.com
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini