• Jelajahi

    Copyright © Portal Jambi | Berita Jambi | Pilgub Jambi | Jambi | Corona Jambi | Kerinci | Berita Tebo | Bungo
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Ketua Dewan Minta Medsos Resahkan Warga, Ditindak Tegas

    Dilihat 0 kali Senin, 11 Mei 2020, 19.52 WIB Last Updated 2020-05-11T13:07:19Z

    H. Fajran : Terkait Covid19, Kita Minta Masyarakat Bijak Gunakan Medsos


    SUNGAI PENUH - Maraknya status di Media Sosial (Medsos), khususnya facebook yang memberikan informasi 'hoax' tentang Covid19 dan berdampak meresahkan masyarakat, membuat ketua DPRD kota Sungai Penuh, angkat bicara.

    Ketua DPRD kota Sungai Penuh, H. Fajran, meminta Tim Gugus Tugas dan penegak hukum bertindak tegas. Penegasan ini, disampaikan Fajran menyikapi adanya salah satu akun fb yang mengaku minta dijemput oleh tim Covid19 kota Sungai Penuh.

    Dalam postingan akun Vinna Try Rahayu menyebutkan, "Tolong yang berwenang dan yang di tugas kan untuk menindak lanjuti covid-19 kami sekeluarga meminta untuk segera dijemput, karena kami merasa sangat tidak aman. Mohon untuk segera ditindak lanjuti sesegera mungkin," demikian kutipan postingannya.

    Usai Dipublist, dalam waktu yang tidak begitu lama, mendapat puluhan respon dari Neteizen. Sehingga, menimbulkan keresahan dan kecemasan ditengah masyarakat. Namun, tidak lama berselang postingan tersebut menghilang.

    "harus ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang, inikan bisa meresahkan warga. Tidak hanya akun Vinna Try Rahayu, tapi seluruh Medsos yang menyebarkan informasi yang belum tentu pasti 'Hoax' harus ditindaklanjuti dan ditindak tegas," katanya.

    Ditengah Pandemi Covid19, tutur Fajran, mestinya pengguna Medsos bijak dalam menggunakan Media Sosial, bukan malah sebaliknya.

    "selain penegak hukum, kita juga minta tim gugus tugas Covid19, Respec terhadap infomasi seperti ini, sehingga tidak menyebar luas ditengah masyarakat," tegasnya lagi.

    Ditambahkan Fajran, tidak hanya hal tersebut diatas, dia juga mengharapkan adanya tindakanntegas terhadap akun yang memojokkan sekelompok atau seseorang. "termasuk juga akun yang  memojokkan seseorang atau golongan, sehingga mengarah kepada Justifikasi, sehingga membuat seseorang merasa tidak senang", singkat Fajran. (hen)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini