• Jelajahi

    Copyright © Portal Jambi | Berita Jambi | Pilgub Jambi | Jambi | Corona Jambi | Kerinci | Berita Tebo | Bungo
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Putra Mahkota Arab Saudi MBS, Bidik Eks Intelijen Top, Barat Khawatir

    Dilihat 0 kali Minggu, 31 Mei 2020, 10.16 WIB Last Updated 2020-05-31T06:52:06Z
    Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) berpose saat berkunjung ke Tembok Cina di Beijing, Cina 21 Februari 2019. Mohammed bin Salman berkunjung ke Tembok Cina menjelang melakukan pertemuan penting dengan Presiden Xi Jinping. Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS
    Jakarta - Sejumlah pakar hubungan luar negeri mengungkapkan, intelijen Amerika dan Inggris mengkhawatirkan nasib mantan pejabat top intelijen Amerika Serikat, Saad Aljabri dan keluarganya yang menjadi target Putra Mahkota Mohammed bin Salman atau dijuluki MBS.
    Laporan Yenisafak, 30 Mei 2020 menjelaskan, Khalid, anak laki-laki Aljabri dalam satu wawancara mengungkapkan keluarganya menjadi target Putra Mahkota Arab Saudi untuk memaksa ayahnya pulang ke negaranya setelah tinggal di Toronto, Kanada sejak tahun 2017.
    Khalid yang tinggal bersama ayahnya di Toronto melanjutkan, bahwa dua saudara kandungnya, Omar dan Sarah, telah ditangkap pada pertengahan Maret lalu oleh pihak Kerajaan Arab Saudi sebagai upaya menekan ayah mereka untuk pulang.
    Mengapa Mohammed bin Salman memaksa Aljabri pulang ke Arab Saudi?
    MBS ingin intelijen yang diklaim Barat sukses menghancurkan organisasi teroris al-Qaeda pulang karena khawatir membocorkan rahasia dan informasi sensitif yang dia miliki.
    Adapun karir Aljabri berakhir menyusul perebutan kekuasaan antara MBS dan mantan Putra Mahkota Mohammed bin Nayef yang beberapa waktu lalu dilaporkan sakit parah di dalam penjara. 
    Dalam opini yang ditulis David Ignasius untuk the Washington Post mengatakan, rekan intelijen Aljabri percaya pemerintah negara Barat yang telah dibantu Aljabri selama bertahun-tahun kini saatnya memberikan bantuan kepadanya.
    "Dari perspektif moral dan etik, kita punya kewajiban membantunya di saat sulit," kata mantan pejabat di Inggris dalam opininya.
    Rekan kerja Aljabari warga Amerika yang membantu membangun kapabilitas melawan terorisme juga membantunya.
    Michale Morell, mantan pelaksana direktur CIA di masa pemerintahan Barack Obama baru-baru ini mengatakan tentang Aljabri yang telah menyelamatkan nyawa warga Amerika dan Arab Saudi di dalam kerajaan Arab Saudi maupun di luar.
    Sumber : Tempo.co



    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Silahkan Berikan Komentar Terbaik

    Terkini