• Jelajahi

    Copyright © Portal Jambi | Berita Jambi | Pilgub Jambi | Jambi | Corona Jambi | Kerinci | Berita Tebo | Bungo
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Ternyata Ini Kicauan Denny Siregar Menuai Kontroversi, Yang Buat Marah Demokrat Dan Kolega SBY

    Dilihat 0 kali Rabu, 06 Mei 2020, 11.27 WIB Last Updated 2020-05-06T04:27:33Z
    Kicauan Denny Siregar Bikin Geram. Twitter ©2020 Merdeka.com
    Nasional- Annisa Pohan emosi dengan cuitan Denny Siregar. Cuitan Denny di Twitter menyindir keluarga Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
    Sindiran menjurus pada putri pertama Annisa Pohan, Almira Yudhoyono alias Aira. Meski ada kemungkinan unsur pidana, cuitan ini hanya bisa ditafsirkan oleh ahli bahasa.
    Denny Siregar juga menyindir Partai Demokrat di Twitter. Ingin tahu lebih lengkapnya? Simak informasinya berikut ini.

    Awal Mula Kicauan Denny Siregar

    Denny Siregar yang aktif mendukung politikus Jokowi ini memang selalu pandai membuat kontroversi. Serta memberi pengaruh besar di dunia maya. Kali ini Annisa Pohan tidak bisa tinggal diam atas cuitan Denny yang menjurus sindiran pada putrinya.
    Twitter ©2020 Merdeka.com
    "Bapak udah. Anak udah juga. Sekarang cucu juga dikerahkan.. Kalo ada cicit, cicit juga bisa ikutan minta lockdown..," tulis Denny dalam akun @Dennysiregar7.

    Menurut Ahli Hukum

    Pakar hukum pidana Fachrizal Afandi, bahwa cuitan Denny masih abu-abu. Dibutuhkan penilaian dari para ahli bahasa. Denny juga menyinggung nama Presiden keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku kakek Aira.
    "Pernyataan ini grey area, saya kira ahli bahasa yang bisa menilai apa ada unsur pencemaran nama baik atau tidak. Semisal kata 'cucu juga dikerahkan' ini bisa bermasalah. Seolah-olah keluarga SBY men-setting anak kecil untuk kepentingan politik," ungkap Fachrizal dihubungi merdeka.com, Selasa (5/5).

    Bisa Pidana Pasal 27

    Ini sudah kesekian kalinya Denny Siregar membuat cuitan kontroversial yang menyeret namanya di meja hukum. Kasus kali ini bisa dilayangkan sebagai pencemaran nama baik, dari Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU 19/2016 tentang ITE.
    Semua kembali pada istri AHY, Annisa Pohan. Apabila merasa dirugikan bisa melaporkan Denny ke polisi. Semua tetap harus melalui pertimbangan dan penilaian dari ahli bahasa, psikolog, dan ahli komunikasi.
    "Dan tentu jika Anisa Pohan berniat mengadukan Denny, selain screenshoot cuitan Denny juga bisa dilihat reaksi publik melalui retweet cuitan postingan itu," kata Fachrizal.
    Jika Annisa Pohan tidak berniat mengadukan, maka polisi tidak akan menyidik maupun memanggil ahli bahasa.
    "Kalau terbukti bisa dikenakan penjara maks 4 tahun atau denda 750 ribu. Dengan Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU 19/2016 tentang ITE," jelasnya.

    Denny Tidak Mau Hapus dan Terus Sindir

    Denny yang sempat diminta untuk menghapus cuitan pertama, ternyata tidak dilakukan. Lanjut dia membuat cuitan baru yang membandingkan Annisa dengan istri Presiden Jokowi, Iriana.
    "Bu Iriana @jokowi adalah istri yang kuat. Mau suaminya diejek dan anaknya distempel apapun, dia tetap tegar. Itulah kenapa suaminya jadi Presiden. Karena dia wanita hebat. Lha, ini @AnnisaPohan anaknya kecolek dikit, bapernya sampai ke seberang lautan. Katanya pengen jadi ibu negara," cuit Denny Siregar.

    Pembelaan Annisa Sebagai Seorang Ibu

    Annisa merasa wajar menjadi sosok seorang ibu yang membela anaknya. Cuitan Denny yang jelas-jelas mencantumkan foto keluarga AHY, tentu membuat publik menilai dia tengah menyindir Almira.
    "Baper = bawa perasaan,knp jadi hal yg berkonotasi negatif? Saya memiliki perasaan kasih terhadap anak saya maka jelas saya akan menggunakan (membawa) perasaan saya utk melindunginya.Itu sifat dasar manusia. Doa saya utk semua yg baca ini, menjadi org tua yg bisa dibanggakan anaknya," tulis akun AnnisaPohan.

    Denny Pancing Partai Demokrat Juga

    Selain menyindir keluarga AHY selaku Ketum Partai Demokrat, Denny berlanjut menyindir anggota lain dari partai ini. Karena merasa telah diserang balik.
    Buzzer pendukung Jokowi ini bisa membuat publik jadi ikut salah paham dan berseteru, dengan tidak bersikap netral. Dia menyinggung jajaran politikus Demokrat, Andi Arief, Ferdinand Hutahaen, Didik Mukrianto, Jansen Sitindaon, dan Rachland Nashidik.
    "Hampir semua petinggi @PartaiDemokrat1 turun lapangan untuk nyerang gua. Mulai @AndiArief__ @FerdinandHaean2 @DidikMukrianto @jansen_jsp. @RachlanNashidik malu-malu cuman RT doang. Nyonya besar lagi ngamuk soalnya," cuit akun Dennysiregar7.

    Pihak Demokrat Ada yang Memaafkan, Ada yang Berang

    Politikus Demokrat Andi Arief berharap pihak AHY memaafkan Denny Siregar. Namun tetap ingin mengetahui secara jelas mengenai cuitan Denny pertama kali itu sebenarnya menjurus perihal apa, supaya tidak ada salah paham.
    "Saya berharap Ketum Demokrat @AgusYudhoyono punya keluasan hati memaafkan @dennysiregar7 yang telah melakukan kekerasan verbal virtual terhadap buah hatinya Aira. Bagi tentara, hidupnya dipertaruhkan buat negara dan buah hatinya. Tapi si Densi harus dicari, untuk tahu motifnya," cuit akun AndiArief__.
    Di sisi lain, politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean, menganggap bahwa Denny menunjukkan siap yang kurang patut terhadap anak kecil, dengan menjuruskan ke arah politik.
    "Denny Siregar telah mempertontonkan perilaku tak patut, barbar dan tidak punya kasih kepada anak-anak. Apapun ceritanya tulisan Almira dalam PR sekolahnya, itu adalah tulisan seorang anak kecil yang tak bermotif politik," kata Ferdinand lewat pesan, Senin (4/5).
    Sumber : Merdeka.com
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini