• Jelajahi

    Copyright © Portal Jambi | Berita Jambi | Pilgub Jambi | Jambi | Corona Jambi | Kerinci | Berita Tebo | Bungo
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Pasca Ditutup Dua Pekan, Pemkab Kerinci Buka Kembali Tiga Pasar Tradisonal

    Dilihat 0 kali Selasa, 03 November 2020, 08.12 WIB Last Updated 2020-11-29T01:24:32Z

    Antisifasi dan Pencegahan Covid-19 


    PORTALJAMBI.COM - Setelah sempat ditutup selama lebih kurang dua minggu atau dua kali balai, mulai besok Rabu (04/11) aktifitas di tiga pasar tradisional di kabupaten Kerinci tersebut kembali diaktifkan.


    Hal ini berdasarkan keputusan dalam briefing rutin Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kerinci, yang dipimpin oleh wakil bupati Kerinci Ami Taher didampingi Sekda Kerinci Asraf, pimpinan DPRD Boy Edward, Forkompimda dan OPD lainnya, Selasa (03/11).

     

    Wakil Bupati Kerinci, Ami Taher ketika dikonfirmasi usai memimpin briefing rutin menuturkan, pembukaan kembali tiga pasar ini, yaitu balai pagi Rabu di Belui, kecamatan Depati Tujuh, Balai Kamis di Muara Semerah dan Balai Semurup pada hari Sabtu.


    “Jadi mulai besok tiga pasar ini kita buka kembali, hal ini juga sesuai dengan keputusan sebelumnya ditutup selama dua minggu,” kata Wabup Ami Taher.


    Ditambahkannya, dalam membuka kembali tiga pasar ini, ada dua pertimbangan satgas, pertama memperhatikan peningkatan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19, apakah ada peningkatan yang luar biasa. berdasarkan laporan Dinkes dan Rumah Sakit peningkatannya tidak signifikan.


    Kemudian yang kedua satgas memperhatikan dan mempertimbangkan aspirasi dari para pedagang, yang secara ekonomi mereka betul-betul merasakan kesulitan karena penutupan pasar ini.


    “Walaupun dibuka kembali, para pedagang dan pembeli harus menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 yang ketat, bagi yang tidak mengenakan masker akan dikenakan sanksi atau kita suruh pulang nantinya. Nantinya petugas dari Kepolisian, TNI dan Pol PP akan disiagakan dipasar tersebut,” tambahnya.


    Selain itu di pasar nantinya juga akan disediakan tempat cuci tangan permanen, kemudian di pasar Semurup akan dibuat dua kali pasar dalam seminggu, agar tidak terjadi penumpukan pasa hari Sabtu saja. Sehingga pedagang yang jumlahnya sekitar 1.200 tersebut bisa dibagi dua, dan bisa mengurangi kerumunan orang.

     

    “Kita juga mengharapkan para pedagang kain, pedagang alat-alat rumah tangga agar tidak berdagang dulu, untuk membatasi terjadinya kerumunan. Dan kepada para pedagang dan pembeli ikutilah protokol kesehatan Covid-19 dengan disiplin,” tutup Ami Taher. (hen)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Silahkan Berikan Komentar Terbaik

    Terkini